Kamis, 05 Mei 2011
SMAN 2 Ciamis semakin terdepan
Dengan adanya ini sekolah kita SMAN 2 Ciamis semakin terdepan, Nah Ini dia teman kita Nurul Nurmala Siswa SMA Negeri 2 Ciamis yang berhasil merebut juara 1 lomba Siswa Berprestasi hebat kan, dan kini giliran Drs. Mochammad Solehudin, M.Pd, Masternya guru Biologi ini di SMAN 2 Ciamis, sudah merebut gelar Guru Berprestasi tingkat SMA se- Kabupaten Ciamis gimana gak membanggakan sekolah coba. Dengan begitu, tropi juara 1 Siswa Berprestasi dan juara 1 Guru Berprestasi tahun 2011 di borong semua menjadi milik SMAN 2 Ciamis >> read more >>
Jumat, 29 April 2011
Belajar Gambar yuuuk !
Belajar Gambar dengan Cara Digital Menggunakan SAI
Teman-teman, di bagian ini kita mau kasih info yang unik banget, buat nambah pengetahuan kita. Apalagi buat yang suka gambar. Disini kita kasih tutorial buat ngegambar secara digital menggunakan SAI, dengan cara yang paling sederhana. Ini hasil kami belajar dari Ratna(Inot)-XI IPA 1 yang jago gambar itu, Inot pernah memenangkan berbagai perlombaan menggambar:
1. Sebagai juara 1 lomba karikatur tingkat SMA se-kabupaten Ciamis.
2. Juara 3 lomba karikatur tingkat SMA se-provinsi Jawa Barat.
3. Juara 1 Poster se-kabupaten Ciamis.
waah, hebat banget yah??
ini adalah tutorial yang dibuat Inot. Katanya sih ini yang paling mudah dan sederhana. Wooow :O
![]() |
| Liat lebih lengkap yuk !! Klik disini :) |
Kamis, 14 April 2011
Generasi yang Mendatangkan Manfaat
Di era globalisasi ini arus matrealisme,egoisme dan individualisme telah merasuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Telah jarang kita saksikan pribadi-pribadi yang suka menolong, rela berkorban tanpa pamrih, sikap tenggang rasa dan gotong royong yang merupakan pribadi asli bangsa ini. Jangankan pada orang asing pada orang yang dikenalpun rasanya jarang kita berbuat sesuai dengan kepribadian bangsa kita. Jiwa sosial warisan nenek moyang kita telah hanyut ke laut lepas dan tak tahu rimbanya. Dan kini tinggal kelakuan picik yang mementingkan kepentingan individu. Namun kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus mulai mengembalikan kembali kepribadian nenek moyang kita, warisan budaya Indonesia. Bagaimana caranya?. Marilah menjadi manusia yang memberi manfaat bagi manusia lainnya.
Read more...>>
Read more...>>
Rabu, 06 April 2011
Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara
Lahir dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara terlahir dalam keluarga kraton Yogyakarta. Sebagai golongan ningrat, Ki Hajar Dewantara memperoleh hak untuk mengenyam pendidikan yang layak dari kolonial Belanda. Setelah menamatkan ELS (Sekolah Dasar Belanda), beliau meneruskan pelajarannya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), sayang sekali lantaran menderita sakit, ia tidak bisa meneruskan pendidikannya di STOVIA.
Tak berhasil menyelesaikan pendidikannya di STOVIA, tak membuat Ki Hajar Dewantara vakum, beliaupun mulai menulis untuk beberapa surat kabar sebagai wartawan muda. Selain itu beliau juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan politik. Sebagai seorang wartawan tulisan-tulisan beliau dikenal sangat patriotik dan mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal anatarlain "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was), dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr. Douwes Dekker, tahun 1913. Artikel ini ditulis sebagai protes atas rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia), yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. (Read more...)
Artikel Pendidikan
Bukan Hanya Dengan Bakat Untuk Mencari Sebuah Prestasi.
Oleh : Angga Muhammad K
Setiap pelajar pasti menginginkan sebuah prestasi. Karena dengan prestasi, kita dapat membuat kebanggaan bagi diri kita sendiri dan orang disekitar kita. Prestasi dapat diraih dari berbagai bidang, baik dari bidang akademis maupun non-akademis.Bakat memang salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat memperoleh keberhasilan meraih prestasi. Namun apalah arti dari sebuah bakat jika kita tidak pernah mengasah bakat kita tersebut. Bakat bisa saja pudar jika kita tidak terus mengasahnya, bagaikan sebuah pisau yang hanya dibiarkan saja tanpa diasah, lama-lama pisau tersebut akan berkarat, dan rapuh hingga tidak dapat dipakai kembali.
Hal itulah yang banyak dialami dikalangan kita ini sebagai pelajar. Pada masa saatnya mengembangkan bakat kita secara optimal, kita malah bermalas-malasan dirumah, bermain tidak karuan, bahkan berbuat kenakalan remaja. Hal itulah yang menyebabkan bakat kita tidak timbul kepermukaan.
Maka timbulah sebuah pertanyaan. “Lalu apakah yang harus kita lakukan sebagai pelajar untuk dapat mencapai prestasi tersebut?”.
Jawabannya cukup singkat akan tetapi sulit untuk dilaksanakan, yakni kerja keras. Dengan kerja keras, kita dapat mengembangkan bakat kita tersebut secara optimal. Memang melakukan sesuatu yang ingin kita capai dengan kerja keras itu sangatlah sulit, hal itu disebabkan oleh kemalasan. Namun dengan tekad yang kuat agar kita dapat meraih prestasi hal tersebut tidak mustahi lagi terlaksanakan.
Maka dari itu, mulai dari sekarang mari kita tanamkan sikap kerja keras dalam kehidupan kita sehari-hari. Agar semua yang kita inginkan dapat tercapai. Dan dengan kerja keras mari kita asah terus bakat kita. Karena dengan perpaduan bakat yang telah tertanam dalam diri kita lalu di kembangkan dengan kerja keras, hal tersebut akan lebih sempurna. Dengan hal tersebut kita tidak akan sulit lagi untuk mendapatkan prestasi.
Belajar centil bikin semangat belajar :-)
by : Allicia Deana
| Ayo ngaku, pasti banyak banget yang gak semangat, males-malesan dalam belajar, termasuk aku juga. Disini aku mau kasih tips belajar yang agak centil yang bisa bikin kita lebih semangat :) |
tapi mungkin ini buat cewek aja... hehe
1. Alat tulis yang lucu
Alat tulis yang lucu bisa bikin kita semangat. Coba aja! Contohnya Pulpen Berglitter, Pensil Mekanik gambar Tinker Bell atau Winnie the Pooh, Penghapus yang wangi, dan lain – lain! Cobain deh, belajar pakai alat – alat tulis lucu!
2. Foto Kaver
Nah, foto kaver. ini maksudnya adalah kita bisa hias – hias buku tulis punya kita. Misalnya di tambah foto atau hiasan – hiasan lainnya.
3. Ruangan Belajar Asyik
Nah, ini nih, yang paling berpengaruh sama kita (ceilee….). Coba, kalau kita belajar di tempat yang kotor, berantakan, waah…, pokoknya gitu deh, pasti nggak enak juga kan belajarnya?? Nah, kita bisa belajar di kebun, di bawah pohon mangga (sambil makan mangganya juga bisa! (^___^), atau di tempat yang kita sukai. Pilih aja yang paling srek buat belajar!
4. Meja Belajar Cantik
Kalau meja belajar kita bagus, pasti kita juga semangat belajar kan….?? Nah, kita bisa hias meja belajar kita. Kalau nggak punya? Gampang kok! Beli aja meja lipat kecil. Lalu, gambar di dalamnya kan bisa kita ganti. Kita ganti aja sama foto kita atau gambar kartun kesukaan kita. Kita taruh deh di sudut kamar kita. Kalau mau lebih irit, bisa juga minta ayah kita buatkan meja kecil dari triplek. Lalu, kita hias saja mejanya. Bisa dicat dengan gambar kupu – kupu dan bunga atau yang suka sama kartun – kartun, tempel aja posternya di meja triplek kita!
5. Jadwal pelajaran cantik
kita bisa membuat jadwal pelajaran dengan warna-warni yang lucu, atau gambar artis idola kita, atau mungkin makanan favorit kita apapun yang bisa buat kita semangat :-)
Selamat mencoba :D
Selasa, 05 April 2011
Artikel Pendidikan
‘Pintar Tanpa Belajar’ Ala Remaja Indonesia
oleh Gina Silvia P.
Berawal dari malas dan tidak adanya keinginan untuk lebih maju dan meningkatkan kualitas hidup, remaja Indonesia saat ini sudah dapat meniru dan sekaligus menjadi cikal bakal dari korupsi. Tapi korupsi di sini bukanlah korupsi dalam artian mengambil uang atau hak orang lain.
Seorang siswa sebuah Sekolah Menengah Atas seharusnya sudah memiliki pemikiran, dan dapat menatap masa depannya apabila sudah dari kini ia membiasakan diri untuk mencontek, atau meniru pekerjaan orang lain maka jadilah ia seorang koruptor kecil. Karena seorang koruptor itu berawal dari adanya suatu pemikiran bahwa ia harus memecahkan suatu masalah tanpa membuat kesalahan, tapi ia tidak mampu untuk melakukan hal itu, maka akhirnya ia mengambil jalan pintas.
Maka sama halnya dengan para siswa kita, apa bedanya? Ia kepepet saat ulangan, dan tidak bisa menjawab pertanyaan tapi ia menginginkan nilai yang lebih. Maka menconteklah ia pada temannya. Namun ada juga siswa yang dengan sengaja membuat contekan di kertas. Setidaknya ia sudah belajar, dan membuka buku atau catatannya untuk kemudian ia tuliskan lagi di dalam secuil kertas. Tapi bagaimanapun juga mencontek tetaplah mencontek, sebuah perbuatan yang tidak patut kita biasakan.
Click here to read more !!
Langganan:
Postingan (Atom)


